Siang itu seorang bos sebuah perusahaan marah – marah sehabis menelepon dengan HPnya. Marah besarnya didengar oleh beberapa karyawan di kantor itu. Ada apa rupanya dengan si Bos? Setelah ditelusuri baru diketahui penyebabnya. Ternyata musabab si Bos kesal bukan kepalang adalah karena ketika ia coba menghubungi HP salah seorang stafnya tak juga diangkat meski sudah dicall berkali – kali. Namun rupanya bukan sekadar karena telepon yang tak segera dijawab sang staf, yang menjadi sebab tunggal kemarahannya. Apa pasal ? Ternyata Nada Sambung Pribadi (NSP) sang staf yang menjadi pangkal kian berlipatnya kemarahan si Bos. Ya NSP yang digunakan sang staf berupa suara seorang wanita yang dengan suara manja dan cueknya mengatakan bahwa sang pemilik telepon sedang sibuk dan meminta kesabaran si penelpon untuk menunggu dan bersabar. Jadi, alih – alih segera diangkat agar si Bos bisa segera menyampaikan hal penting dan mendesak, malah disambut oleh NSP yang bagi si Bos sangat menyebalkan. Jadilah kemarahan si Bos yang memang sedang stress itu mencapai puncaknya.
Nada Sambung Pribadi (NSP) sebenarnya merupakan brand name dari salah satu operator selular terkemuka di Indonesia. Nama asli NSP sebenarnya adalah Ring Back Tone (Nada Tunggu / Nada Panggil Kembali), namun nama NSP seolah menjadi nama generic produk ini karena lebih popular dan mudah disebut. NSP setidaknya memiliki beberapa fungsi yakni selain sebagai identitas pemilik nomor juga memberi kenyamanan bagi si penelpon sambil menunggu sang pemilik nomor menjawab panggilan atau mengangkat telepon. Bagi operator selular, NSP merupakan salah satu tambang emas terbesar selain SMS. Belakangan pihak media seperti Stasiun TV pun digandeng oleh para operator untuk memperluas pasar NSP.
NSP sangat beragam, dari lagu pop yang manis dan romantis hingga lagu relijius yang menyejukkan. Selain itu masih banyak lagi variannya seperti suara – suara khusus yang menimbulkan efek kelucuan / humor atau bentuk kehebohan lainnya. Pilihan NSP seolah menggambarkan kepribadian sang pemilik nomor, NSP yang bersifat limited edition atau pesanan khusus juga diburu oleh para pemilik nomor yang ingin menjaga kesan ekslusif pada dirinya.
Permasalahan yang sering muncul seputar NSP sebagaimana kisah si Bos dengan stafnya adalah karena pada dasarnya setiap orang dapat memiliki perbedaan persepsi dan selera terhadap sebuah NSP. Ada banyak kisah lain yang mencerminkan hal tersebut. Di antaranya apa yang dialami oleh Rino dengan NSPnya yang berupa sebuah lagu dari Kahitna berjudul 'Tak Bisa Mendua'. Suatu hari tak lama setelah memesan lagu tersebut sebagai NSP HPnya, ia ditelepon seorang rekan wanitanya. Saat itu kebetulan Rino tak sempat langsung menjawab panggilan itu. Baru pada kesempatan kedua, Rino mengangkat HPnya. Dan di seberang sana dia tak mendengar sapaan sebagaimana lazimnya orang berkomunikasi, melainkan sebuah isak tangis. Ada apa rupanya ? Ternyata si wanita merasa ‘tersindir’ mentah – mentah dengan lagu NSP pilihan Rino. Si wanita bercerita bahwa selama ini ia menyimpan hasrat pada seorang pria yang sudah beristri. Padahal Rino memasang NSP tersebut tentu tidak untuk menyindir siapapun, melainkan hanya karena menyukai lagu tersebut. Lebih tidak. Alamak…
Lain lagi pengalaman Andi, ia sering mendapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal setiap kali coba diangkat selalu ditutup langsung oleh si penelepon. Belakangan Andi paham duduk perkaranya setelah si penelepon tak dikenal itu mengirimkan SMS : “mohon tak diangkat, saya cuma ingin mendengarkan NSP anda.”
Tak hanya soal remeh temeh belaka, NSP pun ternyata bisa menjadi energi luarbiasa yang mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan revolusi diri. Ini dialami oleh seorang pemuda sebut saja Agil namanya. Agil melakukan kontemplasi mendalam perjalanan kehidupannya, setelah mendengarkan NSP seorang kawan lamanya. NSP berjudul Ketika Kaki dan Tangan Bicara yang dinyanyikan Chrisye dan syairnya ditulis oleh Taufiq Ismail itu telah mencerahkan dirinya. Dan sejak itu pintu hidayah seolah kian terbuka lebar untuknya.
Begitulah NSP, suka atau tidak ia telah menjadi ikon budaya pop baru yang berkembang sangat pesat di masyarakat. Last but not least tentu saja NSP merupakan lahan bisnis yang sangat menggiurkan dan akan menggelembungkan pundi - pundi para operator selular. NSP oh NSP..(imamakbari@bordertown)
Tak ada jarak yang jauh antara sahabat, meski bertabir luas benua dan berhalang samudera raya, karena persahabatan ciptakan sayap bagi hati
Friday, December 1, 2006
Mosaik Bernama Sahabat
Sehelai kata penghalang riuh terpecah
Serpihan-serpihannya hadirkan pucuk-pucuk kebersamaan
Sekerat hati yang saling berdampingan
Menyusun helaian kaca baru
Yang kering akan retorika
Yang ada hanya sematan kemuliaan untuk saling mengasihi
Semburat bayang-bayang insani
Mulai memebuhi kaca
Kelopak jiwa perlahan merekah
Genangan pikiran pun terefleksi pada diri
Menjaga kaca agar tak terpecah
Menjaga masing-masing diri
Menjadi mahkota jiwa satu sama lain
Agar kaca tak lekang oleh waktu
Agar pancaran kasih tetap berpendar
Agar rasa ini tetap ada
Jelajahi waktu sinari diri
Seperti adanya dirimu didiriku
Berarti dan tiada terganti
Ciputat 2004
Serpihan-serpihannya hadirkan pucuk-pucuk kebersamaan
Sekerat hati yang saling berdampingan
Menyusun helaian kaca baru
Yang kering akan retorika
Yang ada hanya sematan kemuliaan untuk saling mengasihi
Semburat bayang-bayang insani
Mulai memebuhi kaca
Kelopak jiwa perlahan merekah
Genangan pikiran pun terefleksi pada diri
Menjaga kaca agar tak terpecah
Menjaga masing-masing diri
Menjadi mahkota jiwa satu sama lain
Agar kaca tak lekang oleh waktu
Agar pancaran kasih tetap berpendar
Agar rasa ini tetap ada
Jelajahi waktu sinari diri
Seperti adanya dirimu didiriku
Berarti dan tiada terganti
Ciputat 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)
