Seorang sahabat yang sejak tamat SMA tinggal di Benua Amerika,
menuliskan kerinduan dan kegundahannya tentang tanah airnya.
Menggapai Angan, akankah?
Sungguh, rasanya sempit lagi hati ini
Betapa lemahnya jiwa ini
Tanpa pegangan
Tanpa Arah
Tanpa teman
Tanpa Engkau (Tanpa Engkau?)
Kudengar tangisan di seberang lautan
Seorang adinda telah tiada
Seorang ayah tak punya
yang hanya dihidupi pecahan kaca
Berkorban demi sebuah kuburan
negri heboh dengan kecaman
Puisi bertebaran
namun sang negri tetap merintih menangis
banyak mengeluh rakyatnya
namun tetap tak ada uluran tangan
tak ada usaha
tak ada taubat
Oh, betapa Engkau jauh Indonesiaku
Kuterbayang merah tanahmu
Kudengar panggilanmuIradahku semakin menggebu
tuk melangkahkan hati kembali ke pelukanmu
Harta tak berarti apapun
sampai ia kembali kepada haknya
Ilmu tak bermakna apapun
hingga badan terkoyak karenanya
dan seribu hati menggunakannya
Where, Lord, do I go from here?
Please answer me..ya Rabbi, ya Ar Rahman..
Crofton, June 9 2005
Untukmu Sahabat
Tak ada jarak yang jauh antara sahabat, meski bertabir luas benua dan berhalang samudera raya, karena persahabatan ciptakan sayap bagi hati
Wednesday, January 10, 2007
Tuesday, December 26, 2006
Aku Malu Mengatakan
26 Desember 2 tahun lalu dan 26 Desember hari ini…
Aceh masih dalam dekap nestapa…
AKU MALU MENGATAKAN
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku menginjakkan kaki di tanahmu
Hanya tuk mendapatkan pengakuan “Akulah Relawan”
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku hanya mangabadikan kehancuranmu
lalu menjualnya ke media
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku tak kuasa membendung anak – anakmu
Diambil untuk diperdagangkan dan disesatkan
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku datang terlambat
Sehingga ribuan jiwa gagal selamat
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena alasan banyak kebutuhan
Tak sepeserpun uangku mengalir untukmu
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku hanya mengucap iba dan belasungkawa
Tanpa ada perbuatan nyata
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena begitu banyak pintaku padaNYA
Kutak pernah menyebutmu dalam doaku
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena tiada tangis tersisa untukmu
Airmataku telah kering
Untuk meratapi ketidakberdayaanku…
(imam akbari, dalam perangkap duka Aceh jilid 2)
Aceh masih dalam dekap nestapa…
AKU MALU MENGATAKAN
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku menginjakkan kaki di tanahmu
Hanya tuk mendapatkan pengakuan “Akulah Relawan”
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku hanya mangabadikan kehancuranmu
lalu menjualnya ke media
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku tak kuasa membendung anak – anakmu
Diambil untuk diperdagangkan dan disesatkan
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku datang terlambat
Sehingga ribuan jiwa gagal selamat
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena alasan banyak kebutuhan
Tak sepeserpun uangku mengalir untukmu
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena aku hanya mengucap iba dan belasungkawa
Tanpa ada perbuatan nyata
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena begitu banyak pintaku padaNYA
Kutak pernah menyebutmu dalam doaku
Aku malu mengatakan
Bahwa kau Acehku
Karena tiada tangis tersisa untukmu
Airmataku telah kering
Untuk meratapi ketidakberdayaanku…
(imam akbari, dalam perangkap duka Aceh jilid 2)
Siaga Bencana, Disaster Management Training diselengarakan di Pekanbaru

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di Negeri rawan bencana, maka akhir pekan lalu tepatnya tanggal 16 – 17 Desember 2006 diselenggarakan Pelatihan Manajemen Bencana di Kota Pekanbaru. Tim ACT kembali diundang untuk menjadi pembicara pada kegiatan yang kali ini dilaksanakan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Pekanbaru, Kegiatan Pelatihan ini selain didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga disponsori oleh Bank Syariah Mandiri dan Harian Riau Pos.
Peserta pada Pelatihan yang berlangsung di Hotel Mona Plaza ini adalah para relawan kemanusiaan yang merupakan perwakilan dari berbagai LSM di Provinsi Riau. Mereka berasal dari beberapa Kota / Kabupaten di Provinsi Riau seperti Kota Pekanbaru, Indragiri Hilir, Bengkalis dan sebagainya. Diharapkan materi yang diperoleh pada Pelatihan ini dapat mereka kembangkan di daerah masing – masing.
Pada Pelatihan ini Ahyudin selaku Direktur Eksekutif ACT menyampaikan materi Konsep Penanggulangan Bencana Terpadu dan Strategi Emergency Bencana Sementara Kepala Divisi ACT for Comdev, Efri S. Bahri mengajak peserta untuk sharing tentang Konsep Program Recovery yang sesuai kebutuhan masyarakat Riau. Terakhir pada sesi Fundraising for Humanity, Imam Akbari (GM Marketing ACT) mengajak peserta untuk membuka cakrawala seluasnya tentang peluang – peluang pendanaan Program Kemanusiaan di Riau. Materi lain yang disampaikan pada kesempatan tersebut adalah Jurnalistik Kemanusiaan dan Basic Life Support. Dari Pelatihan ini diharapkan para peserta dapat memahami Konsep Manajemen Penanggulangan Bencana Terpadu secara holistik.
Sesuai Visi dan Misinya, ACT berkeinginan menjadi garda terdepan yang peduli terhadap kesiapsiagaan bangsa ini menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Salah satunya dengan metode Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana Terpadu seperti ini. Dan seperti yang telah ACT lakukan di Banjarmasin, Balikpapan dan Pekanbaru ini, Tim ACT siap untuk bersilaturahim dan bertukar pengalaman dengan teman – teman di seluruh tanah air. Bagaimana dengan daerah Anda ? (Imam Akbari)
Subscribe to:
Posts (Atom)
